Kado Konservasi Awal Tahun, Gajah Liar “Seruni”Melahirkan

0 56

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM-Seekor gajah liar Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) melahirkan bayinya di komplek Hutan Talang, Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja.

Berdasarkan pengamatan, anak gajah liar tersebut terlihat lincah dan sehat, namun sampai rilis ini dikeluarkan belum dapat diketahui jenis kelaminnya karena selalu dikawal oleh induk dan dua gajah dewasa lainnya.

Rimba Satwa Foundation (RSF) sebagai mitra Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau
(BBKSDA) KLHK pertama kali menemukan kelahiran berdasarkan jejak kaki gajah kecil sekitar 4
hari yang lalu. Mereka memperkirakan anak gajah itu baru berumur satu minggu. RSF telah
mengamati induk betina yang diberi nama “Seruni” (40 tahun) itu dari sebelum kelahiran.

“Kelahiran bayi gajah Sumatera ini menunjukkan bahwa upaya BBKSDA Riau dalam
mempertahankan dan memperbaiki ekosistem SM Balai Raja yang merupakan habitat Gajah
Sumatera liar telah menunjukkan hasil nyata”, tegas Suharyono, S.H, M.Si., M.Hum, Plt Kepala
BBKSDA Riau.

Kelahiran ini tentunya juga membawa harapan dan angin segar bagi pencinta satwa terutama
BBKSDA Provinsi Riau, karena salah satu species terancam punah kembali melahirkan bayinya di
tahun 2018 ini. Keberhasilan upaya konservasi lainnya di Riau juga ditandai dengan lahirnya bayi
Rusa timor di kebun binatang Kasang Kulim, Kampar Riau pada tanggal 15 Januari 2018 lalu.

Gajah sumatera adalah mamalia terbesar yang ada di Indonesia. Merupakan subspesies dari gajah
asia yang hanya berhabitat di pulau Sumatera, dan memiliki postur lebih kecil dari kerabatnya,
gajah india. Bobot gajah sumatera pada umumnya berkisar antara 4 – 5 ton dengan tinggi tubuh
sekitar 1.7 – 3.5 meter. Di alam liar mereka dapat hidup hingga usia 70 tahun. Dalam sehari
seekor gajah mengonsumsi sekitar 10% bobot tubuhnya dan 180 liter air.

Gajah sumatera adalah salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia. Oleh IUCN Red List gajah
sumatera digolongkan dalam satwa Terancam Punah (Critically Endangered). Kehidupan gajah di
sumatera terancam oleh perburuan liar yang mengincar gadingnya, aktivitas pembalakan liar dan
fragmentasi habitat. Populasi gajah sumatera di alam saat ini diperkirakan antara 1767 – 2147
ekor.

Pemerintah Indonesia terus berusaha menjaga kelestarian gajah sumatera, melalui upaya
peningkatan populasi 25 satwa terancam punah sebesar 10% pada 2015 – 2019. Mendukung
upaya tersebut, “Kedepannya Balai Besar KSDA Riau beserta mitra akan terus melakukan upaya
dalam penyelamatan dan pelestarian satwa yang dilindungi termasuk gajah Sumatera”. pungkas
Suharyono, dengan optimis. (Wan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: