Polisi Didesak Tangkap Pelaku Pembakaran Patung Diorama Istana Siak

0 28

JAKARTA, MEDIAJAKARTA. COM – – Bupati Siak Syamsuar meminta aparat kepolisian untuk menangkap pelaku pembakaran patung diorama pengawal sultan yang ada di dalam Istana Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Senin (8/1/2018) kemarin.

“Kami telah berkoordinasi dengan semua jajaran terkait, termasuk pihak kepolisian agar segera mengusut dan menangkap pelaku pembakaran ini,” terang Syamsuar, Selasa (9/1/2018).

Menurut Syamsuar, tindakan pelaku tidak bisa ditolerir. “Perbuatan ini tidak bisa ditolerir dan ini sudah kriminal,” ketusnya.

Syamsuar mengungkapkan, dirinya sangat kaget ketika mendengar kabar insiden itu. Ia tidak menyangka ada pihak tertentu berani berupaya membakar dengan sengaja isi Istana Siak yang notabenenya merupakan peninggalan bersejarah. Apalagi, kejadian itu terjadi pada siang hari bolong.

Karena kata dia, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian.

“Jika memang ditemukan ada indikasi kesengajaan ingin merusak salah satu warisan budaya milik Indonesia ini, tentu pelakunya patut diberi hukuman yang setimpal,” imbuhnya.

Bupati juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk bekerjasama memberikan informasi yang bisa membantu pihak kepolisian mengungkap kasus ini. “Mari kita berdoa bersama, agar kejadian ini tidak lagi terulang,” tandasnya.

Senin siang (8/1) sekitar pukul 14.45 WIB, pengunjung dan petugas istana Siak dibuat gempar, lantaran tiba-tiba ada api yang membakar karpet, patung diorama dan gorden Istana Siak yang ada di ruang tengah istana.

Istana Siak Sri Indrapura atau disebut juga “Istana Matahari Timur”, merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura yang selesai dibangun pada tahun 1893.

Kompleks istana ini memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi yang terdiri dari empat istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe. Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi.

Istana Siak memiliki arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan di samping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta.

Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu istana. Di puncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana. Sementara pada halaman istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar ke berbagai sisi-sisi halaman istana, kemudian di sebelah kiri belakang istana terdapat bangunan kecil yang dahulunya digunakan sebagai penjara sementara. (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: