Situs Berita Jakarta Terkini | Warna warni Jakarta

Pemrov DKI Masih Kaji Tawaran Investor LRT

0 39

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Pemerintah DKI Jakarta masih akan mengkaji tawaran investor swasta yang ingin berinvestasi dalam pembangunan sarana transportasi Light Rail Transit (LRT).

“Kita apresiasi investor yang berniat ingin melakukan investasi dalam proyek LRT, namun akan kami kaji terlebih dahulu,” kata Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018).

Sandi mengakui keterlibatan swasta tentu sangat dibutuhkan. “Sejauh ini sudah ada yang berencana membangun LRT di Jakarta. Para Investor itu bahkan sudah lebih dulu melakukan kajian selama lebih dari dua tahun dengan menggunakan jasa konsultan internasional,” ujarnya.

Menurutnya, pihak swasta yang ingin berkontribusi dalam pembangunan di ibukota, akan sangat membantu Jakarta dalam bidang transportasi. Dengan begitu, ada keterlibatan dunia usaha dalam memecahkan masalah kemacetan di Jakarta.

Sandi juga mengungkapkan, pihaknya juga telah merundingkan rencana keterlibatan investor swasta yang ingin berinvestasi dalam proyek LRT dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kami sudah koordinasi dengan Menteri BUMN, Ibu Rini Soemarno. Beliau bilang, kita harus melakukan kajian terlebih dahulu. Kalau memang layak, maka kita harus dukung pembangunannya,” ungkap Sandiaga.

Sejauh ini, pihak swasta yang disebut berminat mendanai dan membangun proyek LRT adalah PT Ratu Prabu Energi (Tbk). Koorporasi ini disebut ingin membangun LRT sepanjang 200 km di Jakarta dan sekitarnya. Tak tanggung-tanggung, aana yang digelontorkan pun mencapai Rp 320 triliun.

Rencana tersebut diungkapkan oleh manajemen Ratu Prabu Energi saat menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Sandiaga mengatakan, dana yang akan disiapkan sekitar US$ 25 miliar atau setara Rp 320 triliun. Pembangunan akan dilakukan selama 5 tahun dan dimulai pada 2020. “Total dana yang akan digalang sekitar Rp 320 triliun,” terang Sandi.

Sandi mengatakan, pemerintah tidak akan memberikan dukungan jaminan terkait pembiayaan untuk proyek ini. “ini murni business to business,” ujarnya.

Ratu Prabu energi juga kata Sandi, dalam hal ini sudah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

“Mereka sudah berkoordinasi dengan BPTJ dan Kemenhub. Rencananya akan dimatangkan. Jumlah lapangan kerja yang bisa tercipta. Ini memastikan bahwa Jakarta bisa punya transportasi berbasis rel yang tidak kalah dengan kota-kota besar di luar negeri,” tandasnya. (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.