11 Pangeran Arab Saudi Ditangkap

0 148

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM – Sebelas pangeran Arab Saudi ditangkap oleh pemerintah setempat setelah mereka menggelar aksi di istana Qasr al-Hokm memprotes langkah pemerintah memutuskan penghentian pembayaran tagihan listrik dan air bagi anggota keluarga kerajaan.

Aparat pemerintah menganggap protes para pangeran Saudi pada Kamis lalu melanggar hukum. Namun mereka menolak untuk pergi, sehingga ketertiban serta kedamaian publik terganggu.
Saat ini 11 pangeran itu ditahan di penjara Al-Hayer di selatan Riyadh menunggu pengadilan terhadap mereka digelar.

“Para pangeran itu memprotes perintah kerajaan baru-baru ini mengenai negara menghentikan pembayaran tagihan listrik dan air kepada anggota keluarga kerajaan,” kata Sheikh Saud Al Mojeb, Jaksa Agung Arab Saudi dalam pernyataannya seperti dikutip dari Arab News, 7 Januari 2018.

“Tak seorang pun berada di atas hukum di Arab Saudi. Setiap orang setara dan diperlakukan sama seperti yang lain,” ujar pernyataan itu.

Selain memprotes penghentian pembayaran tagihan listrik dan air, 11 pangeran ini juga menuntut kompensasi atas hukuman mati yang diberlakukan pada tahun 2016 terhadap sepupu mereka, Pangeran Turki bin Saud al-Kabeer, seperti dikutip dari Reuters.

Situs berita Sabq melaporkan tentang pemimpin dari aksi protes 11 pangeran Saudi itu dengan inisial S.A.S.
Sejak akhir tahun 2017, Pemerintah Arab Saudi yang dimotori putra mahkota Mohammed bin Salman melakukan reformasi besar-besaran untuk memberangus korupsi dan melakukan efisiensi keuangan negara sehubungan anjloknya harga minyak.

Dalam sebuah wawancara TV, Putra Mahkota Mohammed bin Salman memperjelas posisi kerajaan. Negara tidak akan mentolerir korupsi dan tidak mengizinkan siapapun, terlepas dari status atau jabatan mereka, untuk menerima perlakuan khusus ketika harus membayar tagihan listrik.

Penggiat sosial media Twitter Mujtahidd mengungkap secara detil tentang penangkapan 11 pangeran setelah melakukan protes di istana kerajaan pekan lalu. Menurutnya, 11 pangeran yang ditangkap itu merupakan bagian dari kelompok yang lebih besar. Penangkapan mereka akan memperburuk masalah di antara keluarga kerajaan.
Penangkapan mereka terjadi saat 11 pangeran yang berusia muda itu berusaha masuk kediaman keluarga kerajaan. Namun, mereka dilarang masuk. Mereka bermaksud bertemu dengan Pangeran Faisal bin Bandar, anggota senior keluarga kerajaan.

“Reaksi seketika Faisal bin Bandar adalah menghubungi bin Salman (putra mahkota, Mohammed bin Salman) sebelum diizinkan atau ditolak masuk ke istana. Lalu, mereka mulai berteriak di depan pintu dan bin Salman mengirimkan satu divisi Garda Kerajaan untuk menangkap mereka semua,” cuit Mujthaidd, seperti dikutip dari Middle East Monitor, 8 Januari 2018.

“Untuk menjatuhkan kredibilitas mereka, bin Salman telah mengarang cerita tentang penangkapan para pangeran itu,” lanjut dia.

Ke 11 pangeran itu dijebloskan ke penjara Al-Hayer. Menurut Associated Press, penjara ini di bawah pengawasan Intelijen yang sangat ketat. Para narapidana kriminal, milisi, dan kombatan al-Qaeda tinggal di penjara ini.

Sejumlah aktivis Saudi melalui media sosial juga mempertanyakan alasan yang diberikan pemerintah atas penangkapan para pangeran itu. Para aktivis ini mengatakan, 11 pangeran itu keberatan atas penangkapan keluarga mereka dan menyingkirkan Pangeran Muhammad bin Nayef, yang sebelumnya menjabat putra mahkota.

Sejauh ini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Saudi mengenai identitas 11 pangeran tersebut.

Sebelumnya, 200 an orang ditangkap termasuk sejumlah pangeran, pengusaha, dan sejumlah pejabat tinggi pemerintah ditangkap terkait dengan kasus korupsi. Mereka dibebaskan dari tuntutan hukum jika bersedia memberikan sebagian besar harta kekayaannya pada negara. (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.