Situs Berita Jakarta Terkini | Warna warni Jakarta

Burung Istri Presiden Jokowi segera dirilis

0 2,345

JAKARTA,MEDIAJAKARTA.COM- Spesies baru burung ditemukan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) segera dirilis.

Burung itu ditemukan peneliti LIPI, Dr Dewi Malia Prawiradilaga, yang bekerja untuk negara sejak 1979. Tapi burung itu tak bakal mengabdikan nama penemunya, tapi burung itu sesuai gagasan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang direstui Presiden Jokowi diberita nama “Myzomela irianae”. Myzomela adalah nama genus dari si burung, sedangkan “irianae” diambil dari nama istri Presiden Joko Widodo.

Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, burung yang menggunakan nama ilmiah Ibu Negara Iriana Jokowi akan segera dilouncing atau dirilis.

Informasi itu disampaikan Siti,kemarin saat menerima kunjungan tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dipimpin Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH), Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, pertemuan ini membahas berbagai isu penting terkait temuan-temuan spesies baru fauna dan flora Indonesia.

‘Kami juga membahas rencana launching spesies burung baru dari Pulau Rote, yang menggunakan nama ilmiah Ibu Negara Iriana Jokowi,” kata Siti.

Spesies burung tersebut diberi nama ilmiah Myzomela Irianae. Burung ini termasuk dalam family Meliphagida sebagai burung yang dilindungi menurut PP Nomor 7/1999 dan Undang-Undang Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Burung tersebut memiliki bobot sekitar 32,23 gram dengan panjang tubuh dari paruh hingga ujung ekor mencapai 17,2 cm. Burung ini biasa terbang dan berdiam pada habitat hutan, semak-semak, kebun dan pohon yang berbunga. Kadang juga bisa ditemui memakan nectar pada bunga pohon jati di sekitar perkampungan.

Rencananya launching akan dilakukan anggota Wantimpres, Jan Darmadi, juga bersamaan dengan penamaan Anoa yang lahir beberapa bulan lalu di Manado Sulawesi Utara.

”Bapak Jan Darmadi, telah memberikan perhatian terhadap biodiversity, flora dan fauna Indonesia. Beliau telah beberapa kali meminta informasi catatan dan laporan dari KLHK soal Orangutan, Anoa dan lainnya. Termasuk perhatian pada kebijakan KLHK terkait industri kehutanan dan lahan kritis,” kata Siti melalui keterangan tertulisnya yang diterima Mediajakarta.com (06/01/2018).

Pada kesempatan yang sama, Menteri LHK dan tim LIPI juga berdiskusi lebih rinci terkait agenda pengayaan alam di setiap kawasan Taman Nasional, serta pengembangan industri wisata eksklusif ilmiah display spesimen, dan lainnya.

Yang hadir dalam pertemuan itu, selain Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, hadir pula  Dr. Dewi Malia Prawiradilaga (Penemu Burung), Prof. Rosichon Ubaidillah, Dr. Witjaksono (Ka P2 Biologi); Dr. Ruliyana Susanti (Ka Bidang), Dr. Ristiyanti Marsetyowati Marwoto (Peneliti Zoologi), Dr. Hari Sutrisno (Kabid . Zoologi, P2 Biologi)

Dikatakan Menteri Siti, akan ada kerjasama dan kemudahan bagi LIPI dalam penelitian serta dukungan untuk memberikan nilai bagi kekayaan alam Indonesia.

”Eksplorasi ilmiah dari kekayaan alam kita harusnya berlabel para peneliti dan dengan kreasi display putra-putri Bangsa,” katanya.

Hal tersebut kata Menteri Siti Nurbaya, sejalan dengan pesan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla saat Rataskab di Bali akhir Desember 2017 lalu.

”Agar kekayaan alam ini bisa menjadi obyek dan substansi wisata yg bernilai tinggi, bukan masif apalagi asal-asalan,” tegasnya.(Wan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.