Massa Pendukung Pemerintahan Iran Turun ke Jalan

0 65

TEHERAN, MEDIAJAKARTA.COM- Ribuan massa pendukung pemerintahan Iran, menggelar aksi turun jalan di sejumlah kota besar di Iran, Rabu (3/1/2018). Gerakan itu sebagai aksi tandingan, setelah sebelumnya kelompok  penentang pemerintah menggelar unjukrasa selama beberapa hari terakhir. Para demonstran menegaskan dukungan mereka kepada pemerintahan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Kantor Berita FARS melaporkan, masyarakat mencoba mengakhiri protes yang dilakukan kelompok anti-pemerintah. Kumpulan massa itu digelar di kota-kota besar. Sebagian dari mereka mengibarkan bendera Iran dan mengangkat foto Rouhani. Demonstrasi tandingan semacam ini sudah biasa terjadi di Iran.

“Setiap kali kami mengalami demonstrasi yang berujung kerusuhan, pasti selalu ada perlawanan dari institusi  pendukung pemerintah,” kata Ramin Mosgtagim, koresponden LA Times Teheran.

“Pemerintah memiliki para pendukung, jadi tidak mengejutkan jika mereka berdiri kukuh dan memperoleh dukungan pada saat seperti ini,” tambahnya.

Sejak sepekan lalu, sedikitnya 21 orang tewas akibat bentrokan antara kelompok massa penentang pemerintah dan pasukan keamanan. Lebih dari 450 orang juga ditangkap. Demonstrasi ini terjadi di lebih dari 10 kota. Jumlah pasti para pengunjuk rasa penentang pemerintah itu tidak diketahui. Namun, menurut polisi, jumlahnya berangsur berkurang.

Presiden Prancis Emmanuel Macron berkomunikasi dengan Presiden Rouhani pada Selasa (2/1) untuk mengungkapkan keprihatinan mengenai situasi di Iran. Macron meminta pihak terkait menahan diri. Kedua kepala negara itu juga menyepakati penundaan kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis ke Teheran.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei sendiri menyalahkan sejumlah pemerintah negara lain atas munculnya protes-protes  penentang pemerintah itu.

Dalam sebuah pernyataannya yang ditayangkan televisi, Khamenei mengatakan, dalam beberapa hari belakangan ini, musuh-musuh Iran menggunakan uang, senjata, politik dan perangkat intelijen untuk menciptakan berbagai masalah di negaranya. Khamenei juga mengatakan, ia akan berpidato menyangkut protes-protes tersebut pada saat yang tepat.

Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menuduh AS, Inggris dan Arab Saudi mendalangi aksi-aksi protes tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan beberapa cuitannya di Twitter yang mendukung mereka yang memrotes pemerintah Iran. “Rakyat Iran akhirnya bertindak menentang rezim Iran yang korup dan brutal,” kata sebuah cuitannya, Selasa (2/1).

“The people of Iran are finally acting against the brutal and corrupt Iranian regime. All of the money that President Obama so foolishly gave them went into terrorism and into their “pockets.” The people have little food, big inflation and no human rights. The U.S. is watching!    — Donald J. Trump (@realDonaldTrump) January 2, 2018

Sebuah cuitan lainnya mengatakan, “Semua dana yang dengan bodoh diberikan Presiden Obama untuk Iran digunakan untuk terorisme dan masuk ke kantung mereka. Rakyat tidak mendapat cukup pangan, inflasi besar dan tidak ada HAM. Amerika Serikat memantau.”

” The people of Iran are finally acting against the brutal and corrupt Iranian regime. All of the money that President Obama so foolishly gave them went into terrorism and into their “pockets.” The people have little food, big inflation and no human rights. The U.S. is watching!    — Donald J. Trump (@realDonaldTrump) January 2, 2018

Amerika Serikat menyerukan agar Dewan Keamanan PBB melangsungkan sidang darurat untuk membahas aksi protes di Iran. Dubes Amerika Serikat untuk PBB Niki Halley mengatakan, rakyat Iran telah menyuarakan keinginan mereka untuk meraih kebebasan.

Sementara Turki menyatakan respons Presiden Iran Hassan Rouhani terhadap unjuk rasa anti-pemerintah itu sudah tepat dan Ankara mendukung stabilitas Iran. Pernyataan Turki itu merupakan yang pertama kali muncul di kawasan untuk mendukung pemerintah Iran.

Menurut sumber di kantor kepresidenan Turki, Presiden Tayyip Erdogan telah membahas unjukrasa para penentang pemerintah di Iran itu dengan Rouhani melalui percakapan telepon.

“Presiden Iran menjelaskan kepada Erdogan bahwa dia berharap unjuk rasa akan berakhir dalam beberapa hari lagi,” ungkap sumber tersebut, dikutip kantor berita Reuters.

Komentar simpati Erdogan ini muncul setelah membaiknya hubungan antara Turki dan Iran yang telah bekerja sama mengurangi kekerasan di Suriah. Adapun pada pertengahan Januari mendatang, Trump akan memegang keputusan untuk memberikan sertifikat kepada Iran mengenai kesepakatan nuklir atau tidak. Berdasarkan kesepakatan yang tertera, proses tersebut harus diperbaharui setiap 90 hari. (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.