Pilpres Rusia, Muslimah ini Berani Tantang Incumbent

0 165

MOSKWA, MEDIAJAKARTA.COM-Seorang Muslimah di Rusia yang terkenal sebagai pemilik media massa mendeklarasikan diri melawan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Pemilu Presiden Rusia yang akan digelar pada Maret 2018.

Aina Gamzatova, wanita berusia 46 tahun asal Dagestan itu, menggelar deklarasi bersama pendukungnya di Makhachkala, ibukota Dagestan pada Sabtu, 30 Desember 2017. Gamzatova bakal bertarung melawan incumbent dari jalur independen.
Aina Gamzatova terkenal di Rusia sebagai pemilik jaringan media Islam di Rusia, Islam.ru. Ia menjalankan televisi, radio, dan media cetak, menulis buku-buku tentang Islam, juga memiliki yayasan sosial.

“Pernyataan Aina Gamzatova sebagai kandidat pilpres Rusia mendapat dukungan 542 orang,” kata Gurizad Kamalov, juru bicara Gamzatova kepada kantor berita Rusia, TASS.

Suaminya, Akhmad Abdulaev, adalah imam di Dagestan. Wilayah ini adalah provinsi yang paling sering terjadi konflik di mana peperangan antara kelompok pejuang dan militer pemerintah telah menewaskan ribuan orang.
Pencalonan Gamzatova menuai kontroversi. Banyak orang mencibir dan meremehkan kemungkinannya untuk menang, namun tak sedikit yang mendukungnya.

“Saya melihat pencalonan Gamzatova sebagai usahanya untuk menggunakan hak konstitusionalnya sebagai warga Rusia,” ujar Aina Anastasiya Korchagina, pendukung Gamzatova sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, Selasa (2/1/2018).
Sementara blogger terkenal di Dagestan, Zakir Magomedov, menyatakan sangat sulit buat Zamgatova untuk memenangkan pilpres. Namun, ia melihat perempuan berhijab tersebut bisa menjadi lawan Putin yang paling alot.

Keikutsertaan Gamzatova dalam bursa pemilihan presiden Rusia pada Maret mendatang bukan semata mencari kemenangan. Sebab, meski seluruh Muslim di Rusia memilihnya, itu tak langsung menjadikannya orang nomor satu.

Komunitas Muslim menempati jumlah 20 juta orang dari total populasi 140 juta jiwa Rusia. “Tentu saja ia tidak akan menjadi presiden, bahkan mendiskusikannya saja rasanya bodoh,” terang Zakir Magomedov.

Meski demikian, Gamzatova kemungkinan besar akan mendapatkan suara mayoritas di Dagestan dan Kaukasus Utara. Ini artinya, suara Putin akan terpecah.

“Ia tentu akan mendapatkan suara mayoritas dan Putin tidak akan mendapatkan 146 persen suara seperti biasanya,” kata Magomedov sambil bercanda menyinggung persentase loyalis Putin.

Vladimir Putin sudah terkenal bisa menang dengan mudah. Ia selalu mendapatkan mayoritas suara. Tidak pernah ada orang yang bisa imbang melawannya.

Pengamat politik lain yang juga direktur lembaga thinktank Conflict Analysis and Prevention Centre, Ekaterina Sokirianskaia, melihat keberadaan Gamzatova sebagai penambah keberagaman dalam bursa yang didominasi pria.

“Ini lebih pada langkah eksklusif. Lebih banyak perbedaan kandidat, khususnya perempuan, akan lebih baik. Jika dia perempuan Muslim, mengapa tidak?” kata Sokirianskaia.

Sementara itu, Gamzatova dalam unggahannya di Facebook, mengungkapkan sikapnya mengapa ia berani tampil pada pilpres Rusia mendatang.

“Negara kita, Rusia, adalah rumah kita. Dan jika kita membagi-bagi ke dalam Muslim, Kristen, orang Kaukasus, dan orang Rusia, pemerintah kita tidak akan ada,” kata Gamzatova. (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.