Difteri Mewabah, Warga Jakarta harus Waspada

0 92

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM-Warga DKI Jakarta dihimbau untuk mewaspadai penyebaran wabah penyakit difteri. Pasalnya, kasus difteri menunjukkan trend yang mengkahawtirkan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, hingga akhir tahun 2017, kasus difteri telah mencapai 57 kasus. Dari seluruh wilayah Jakarta, daerah Jakarta Barat yang paling mengkhawatirkan. Dari sembilan kasus yang terjadi di daerah itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Menurut  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, peningkatan kasus difteri ini dikarenakan penyebarannya yang semakin meluas. Tidak hanya kalangan usia balita, wabah difteri ini bahkan menyasar usia dewasa.

“Wabah difteri ini akan lebih masif lagi. Selain jumlah kasusnya meningkat, difteri juga muncul di daerah-daerah yang sebelumnya tidak terjadi. Dan yang lebih mengkahawtirkan lagi, difteri ini tidak hanya dialami kalangan balita, tapi juga menyasar usia dewasa,” terang Anies di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (27/12/2017).

Untuk mencegah wabah ini tidak meluas kata Anies, pihaknya telah memerintahkan Dinas Kesehatan agar segera bertindak melakukan vaksinasi termasuk membangun kerjasama dengan warga.

Sejauh ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus sosialisasikan Outbreak Response Immunization (ORI) sebagai pencegahan wabah penyakit difteri.

Kepala Dinas Kesehatan Korsmesi Priharto mengungkapkan, di Jakarta Barat terdapat 700.000 warga baik anak maupun dewasa yang menjadi target imunisasi. Untuk memastikan program ORI terjangkau, Dinkes menginstruksikan agar Suku Dinas Kesehatan menjemput bola dengan mendatangi pemukiman warga.

“ORI dilakukan serentak. Pekan kedua pada Desember imunisasi akan dilakukan pada bulan Desember 2017, Januari dan Juni 2018,” tandasnya.

“Kita sangat berharap adanya partisipasi warga secara aktif dalam mencegah wabah ini. Saya meminta kepada semua warga bila menyaksikan ada kerabat, tetangga yang mengalami gejala flu jangan dibiarkan. Segera periksa ke dokter, datang ke puskesmas atau rumah sakit terdekat agar bisa didetoksifikasi,” imbuhnya.

Korsmesi menjelaskan, penyakit difteri adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri corynebacterium diptherie. Penularan penyakit ini melalui kontak fisik dan pernapasan. Orang yang tertular penyakit ini akan mengalami demam tinggi sekitar 38 derajat, radang tenggorokan dan timbul selaput putih kebiru-biruan pada tenggorokan dan tonsil.

Penderita penyakit difteri dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan pernapasan yang bisa berakibat kematian.

“Penyakit difteri menular dari percikan ludah dari orang yang membawa bakteri ke orang lain yang sehat. penyakit ini bisa ditularkan melalui benda atau makanan yang terkontiminasi dengan bakteri,” terangnya. (MD)

Leave A Reply

Your email address will not be published.