Ini Startup dilirik Telkom

0 78

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Program inkubasi Indigo.id milik Telkom terus melirik startup untuk dikembangkan.

David Bangun, Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom mengatakan, saat ini pihaknya fokus mencari startup dengan spesialisasi bidang digital advertising, financial service, video/tv, music, games, travel, ecommerce, unified communication, cyber security, big data, IoT, dan API.

“Kami ini, Telkom, terus bertransformasi dari sekedar jualan telepon dan seluler. Tanpa digitalisasi, kami pasti kena disrupt. Sejauh ini, valuasi saham kami di Asia rangking 9, kami sudah mengalahkan Telstra Australia,”jelasnya seperti dikutip dari detiknet beberapa waktu lalu.

Menurut dia, peluang digitalisasi bersama startup menjadi vital karena 52% masyarakat Indonesia di bawah 30 tahun sementara pertumbuhan kelas menengah per tahun 8,2% sejak tahun 2012.

Di sisi lain, baru 30% masyarakat yang punya rekening bank serta 73% warganet tak mau bayar konten, sehingga peluang harus terus dimunculkan.

Dalam kesempatan itu, Indigo.id juga mengumumkan startup terpilih yang masuk program mereka antara lain Lacak.io, Citcall, Disitu, dan Tripal.co yang masuk kategori Market Validation. Selanjutnya, Wakuliner (Business Model Validation) serta Ngabarin, Car Be-On, dan Aplify (Customer Validation), yang seluruhnya diinjeksi modal puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Sementara itu, dalam helatan Indigo Demo Day, Ery Punta Hendraswara, Managing Director Indigo mengatakan, pihaknya memfasilitasi startup naungannya secara rutin kepada investor. Termasuk juga ke anak perusahaan lain dalam kerangka Telkom Group.

“Pada hari ini, ada 7 startup yang presentasi, terutama mereka yang sudah sukses melaksanakan program Indigo, salah satunya berhasil sinergi dengan Telkom Group,” katanya.

Ery menambahkan, 7 startup tersebut antara lain Tees (Platform merchandise yang pertama dan terbesar), Opsigo (Online booking tools untuk mengintegrasikan data dariberbagai vendor biro perjalanan seperti airlines, hotel, car rental, paket tour, dan lain sebagainya), dan Qontak (Sistem direktori bisnis yang cerdas dan menyediakan informasi kontak bisnis yang sudah terverifikasi).

Kemudian Synchro (Universal Data Synchronization Platform yg ideal untuk IoT), Growpal (Platform yang bisa menghubungkan para investor dengan pembudidaya hewan laut), On-Trucks (Layanan transportasi on-demand berbasis aplikasi dan website), dan Angon (Aplikasi beternak online yang memudahkan penggunanya beternak secara online). (dnet/mj)

Leave A Reply

Your email address will not be published.