AJI dukung KPI terkait uji publik perpanjangan izin 10 stasiun TV

0 23
Ketua AJI Indonesia,, Suwarjono (kemeja putih) saat menggelar konferensi pers di bilangan Cikini beberapa waktu lalu. Foto : Marwan Azis/Mediajakarta.com

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendukung inisiatif Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menggelar uji publik terkait dengan perpanjangan izin 10 stasiun televisi yang akan habis izin siaran pada tahun 2016 ini, sebagai upaya memperbaiki kualitas siaran di masa yang akan datang.

Ketua Umum AJI Indonesia, Suwarjono dalam rilisnya mengatakan, AJI berharap uji publik ini dapat diselenggarakan oleh KPI secara transparan dan hasilnya diumumkan secara terbuka ke publik. AJI mendesak KPI agar tidak membatasi saran yang masuk dari masyarakat pada tanggal 31 Januari 2016, namun terus membuka masukan selama proses perpanjangan izin siaran kesepuluh stasiun tersebut.

AJI Indonesia menyayangkan reaksi pihak ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia) dan sebagian anggota Komisi 1 DPR yang menolak uji publik ini. Masukan masyarakat adalah salah satu bentuk partisipasi yang diamanatkan UU nomor 32/2002 tentang Penyiaran, karena frekuensi yang digunakan stasiun-stasiun televisi tersebut adalah milik publik, sebagai sumber daya alam yang abadi namun terbatas.

“Maka inisiatif KPI ini patut didukung dan tidak perlu ada hal yang ditakutkan pada proses uji publik selama semua proses dilakukan secara transparan dan demokratis.”ujarnya.

Catatan AJI Indonesia terkait uji publik pada 10 stasiun televise (RCTI, SCTV, Indosiar, MNCTV, ANTV, TVOne, MetroTV, TransTV , Global TV dan TV7) yang akan habis masa izin siaran, adalah lebih pada persoalan jurnalistik dan kepemilikan, khususnya di 10 stasiun televise tersebut. (Wan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.