Condet Dikembalikan Jadi Cagar Budidaya

0 9
Perkampungan Budaya Betawi. Foto : ityyqitiw.blogspot.com.

JAKARTA, MJ- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) terus bekerja membenahi Jakarta secara bertahap. Kali ini Pemda DKI berencana menata kawasan Condet di Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur dikembalikan sebagai kawasan cagar budaya dan budidaya buah-buahan seperti salak, durian, jamblang dan lain sebagainya.

Untuk mewujudkannya, akan disuplai bibit tanaman buah-buahan. Penegasan itu disampaikan Jokowi saat menggelar obrolan santai dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dengan warga di kawasan perkebunan salak Condet. “Kalau ingin dikembalikan 100 persen seperti tahun-tahun sebelumnya, kita dukung penuh. Kalau butuh SK gubernur lagi, kita siapkan,” ujar Jokowi, Minggu (10/11) seperti dilansir situs resmi Pemda DKI Beritajakarta.com

Pada kesempatan itu, Jokowi meminta lurah, camat dan walikota untuk tidak mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) di kawasan Condet. Dirinya, akan mengeluarkan SK larangan pendirian bangunan di kawasan tersebut.

Mengenai keluhan warga, yang mengeluhkan tingginya pajak penjualan buah-buahan khas Condet, Jokowi mengaku akan mencarikan jalan keluarnya. Yang pasti, kata Jokowi, pajak tersebut tidak dihilangkan 100 persen, hanya akan dikurangi maksimal 50 persen.

Sementara itu, Megawati Soekarnoputri mengaku, saat kecil sering diajak sang Ayah mengunjungi kawasan Condet untuk membeli durian. Bahkan, saking seringnya ke Condet, Megawati mengaku menjadi hafal betul mana salak yang matang dan mentah. Ia juga setuju jika Condet dikembalikan fungsinya seperti semula. “Saat Ali Sadikin jadi gubernur DKI, kawasan Condet ini juga sudah dijadikan cagar budaya. Ini karena rumah-rumah di sekitar Condet ini berbeda, yakni khas Betawi-nya sangat kental,” kata Megawati.

Mengenai program Pemprov DKI yang sedang menggalakkan penanaman pohon, Mgeawati berpesan agar Pemprov DKI tidak hanya pohon trembesi. Pohon yang ditanam harusnya multi warna. Sebab jika semua trembesi maka bisa merusak lingkungan. Indonesia merupakan daerah tropis sehingga pohon yang ditanam harus multi warna, sehingga semua jenis tanaman ada. (Nurito/BJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: