Bagaimana Jika Presiden dari Non-Islam? Ini Jawaban JK

0 8
Jusuf Kalla. Foto : Ist.
JAKARTA,MJ- Pada
sidang Sinode yang digelar awal Maret 2013 lalu, Jusuf Kalla yang
merupakan Bapak Bangsa sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia diundang
dalam acara tersebut.

Acara yang dihadiri oleh 700 Pendeta dari seluruh
Indonesia ini meminta JK, panggilan akrab JusuF Kallam untuk memberikan
nasehat dan pandangannya mengenai keharmonisan dan damai dalam
perbedaan.

Dalam sesi tanya jawab seperti dilansir Tangerangkita.com, ada seorang
Pendeta yang bernama Pendeta Stefanus Marinjo bertanya pada JK. “Apakah
Bapak Jusuf Kalla secara Pribadi mau dipimpin oleh Presiden yang
non-Islam?”

Bukan JK namanya kalau tidak dapat menjawab secara rasional dan tegas. JK pun menjawab:
“Kalau bicara tentang Presiden non-Islam, bahwa kita semua harus taat
pada UUD 45, disitu tidak mencantumkan syarat agama. Tapi yang terjadi
adalah pilihan rakyat; tentu umumnya orang memilih sesuai dengan
kesamaan agamanya. Tapi ini bukan hanya terjadi di Indonesia, di Amerika
pun yang merupakan kiblat demokrasi, butuh waktu 171 tahun untuk orang
Katolik bisa jadi Presiden di Amerika (Karena di Amerika mayoritas
menganut Kristen Protestan). John F, Kennedy yang merupakan orang
Katolik adalah orang pertama yang menjadi Presiden di Amerika. Dan
kemudian di Amerika juga butuh waktu 220 tahun untuk orang kulit hitam,
Barrack Obama untuk menjadi Presiden di Amerika.”

JK pun melanjutkan argumennya dengan mempertegas posisinya tentang keberagaman di Indonesia dan pilihan politik.

“Jadi, kita tidak bisa bicara bahwa kita tidak demokratis, karena
minoritas tidak bisa jadi Presiden, di Amerika pun butuh waktu 220 tahun
untuk kulit hitam bisa jadi Presiden. Nah, kalau kembali ke konteks
Indonesia, tidak usah bicara masalah agama dulu, orang luar Jawa saja
susah jadi Presiden di Indonesia ini. Jadi bukan soal agama, ini karena
berdasarkan suara terbanyak, demokrasi yang membawa seperti itu, bahwa
pilihan orang jatuh pada hal yang identik pada dirinya sendiri.”

“Tapi apapun itu, saya berharap kita tidak perlu butuh waktu 70 tahun
untuk orang luar Jawa bisa menjadi Presiden di Indonesia, karena kalau
kita menghitung 2014 itu artinya 69 tahun kita merdeka,” ujarnya. (DK/TK)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: