AJI Rilis Upah Layak Jurnalis Rp 5,7 Juta Perbulan

0 10
Ilustrasi aksi may day dilakukan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta. Foto : Marwan Azis.
JAKARTA, MJ- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta kembali merilis upah layak jurnalis 2014 untuk tingkat reporter Rp 5,7 juta perbulan.
“Upah layak ini, berdasarkan hasil yang dilakukan AJI Jakarta di berbagai media di Jakarta,”, kata Erik Tanjung, Pengurus Divisi Serikat Pekerja AJI Jakarta kemarin di Kantor AJI Jakarta kemarin.
Dijelaskan, sebelumnya AJI Jakarta telah melakukan survei kebutuhan hidup untuk para jurnalis di Jakarta. Setelah menghitung berbagai kebutuhan, AJI Jakarta menetapkan upah layak jurnalis tingkat reporter Rp 5,7 juta perbulan. Besaran upah layak tersebut dipandang dapat memenuhi kebutuhan hidup layak para reporter di Jakarta pada 2014.
Besaran upah layak tersebut menurut Ketua AJI Jakarta, Umar Idris, diperoleh dengan perhitungan dan analisis terhadap 39 barang dan jasa menyangkut kebutuhan hidup layak bagi seorang jurnalis di Jakarta. Komponen porsi terbesar adalah makanan sebesar Rp 2,1 juta perbulan. Kedua ialah komponen kebutuhan penunjang tugas jurnalistik sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Sisanya adalah kebutuhan tempat tinggal dan sandang. “Upah layak tersebut habis untuk membiayai makanan dan kebutuhan penunjang kegiatan jurnalistik,”ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Umar juga mengungkapkan, hingga saat ini berdasarkan survey yang dilakukan AJI Jakarta, sebagian besar media masih memberikan upah yang jauh di bawah upah layak kepada para repoternya. Ini terjadi di media cetak, online, radio dan televisi. Dalam survey upah jurnalis, rata-rata upah reporter di Jakarta di kisaran Rp 3 juta per bulan.
AJI Jakarta menghimbau perusahaan media dan organisasi perusahaan media cetak, online dan radio dan televisi untuk menjadikan upah layak ini sebagai acuan dalam memberikan upah minimal kepada jurnalis setingkat reporter, dengan pengalaman kerja satu tahun dan baru saja diangkat menjadi karyawan tetap.”Ini upah layak buat reporter, sementara untuk redaktur kita serahkan ke media, kalau gaji repoter naik, otomatis gaji bagian diatas juga mengalami peningkatan. Rata-rata gaji pimpred dan wapimred Rp 20 juta perbulan,”kata Umar Idris.
Menurut Umar, upah layak ini sangat penting agar jurnalis lebih professional dalam menjalankan tugasnya. Rendahnya upah dan rendahnya kesejahteraan jurnalis membuat profesi ini akan selalu rentan terhadap godaan suap atau amplop dalam bentuk apa pun. ” Apalagi sekarang memasuki tahun politik menuju pilpres 2014, akan sangat rawan terjadi jual beli berita,”tambahnya. (Marwan Azis).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: