Situs Berita Jakarta Terkini | Warna warni Jakarta

Ahok Tak Permasalahkan BUMD Berbisnis Minuman Beralkohol

0 3
Minuman keras berdampak buruk. Foto : VIVAnews/Fernando Randy.
JAKARTA,MJ- Wakil Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mempermasalahkan Badan Usaha Milik
Daerah (BUMD) berbisnis minuman beralkohol. Hal itu dinilai sah dan tidak
bertentangan dengan peraturan apapun. 

Salah satu BUMD DKI, PT Delta Djakarta
Tbk (DLTA) menjadi distributor minuman beralkohol jenis bir. Bahkan, sumbangan
pendapatan asli daerah (PAD) ke ‘dompet’ Jakarta dari perusahaan tersebut
ketiga terbesar, setelah Bank DKI dan Pembangunan Jaya Ancol.
“Itu kan bukan miras
(minuman keras), tapi kan bir. Ya tergantung berapa persen alkoholnya dong,
kalau bir masih okelah,” ungkapnya di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka
Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/8). Mantan anggota Komisi II DPR RI
ini membantah PT Delta Djakarta Tbk menyumbang PAD besar ke kas daerah. Saham
yang dimiliki pemprov di BUMD tersebut, ditegaskan Ahok, bukan mayoritas. “Tak
juga, kecil (PAD). Kecil sahamnya itu, makanya saya kira kalau minum bir gak
salah kok, asal gak mabok. Masalahnya kalau dicampur spiritus sama air kelapa,
ya tewas,” ujar mantan bupati Belitung Timur ini.
Saham DKI Jakarta di PT
Delta Djakarta sebesar 26,25% atau setara 4,2 juta lembar saham. Kepemilikan
DKI, melalui dua nama yaitu Municipal of Goverment of Jakarta sebanyak 3,7 juta
lembar dan 467 ribu lembar oleh BP. IMP Jaya. Pada 2012, Delta Jakarta
memperoleh laba bersih perseroaan sebesar Rp 208 miliar. Dari hasil rapat umum
pemegang saham (RUPS), Pemprov DKI mengantongi laba sebesar Rp 47,84 miliar.
Selain dimiliki DKI Jakarta, saham Delta Jakarta juga dimiliki publik sebesar
2,4 juta lembar saham (15,42%). Sementara saham mayoritas dimiliki San Miguel
Malaysia (L) Private Limited sebesar 9,3 juta lembar atau 58,33% (Zak/gatra).

Leave A Reply

Your email address will not be published.