Kapal Rainbow Warrior III Berlayar ke Perairan Indonesia

0 17

 

JAKARTA, MJ- Kapal Legendaris Greenpeace Rainbow Warrior III dipastikan
akan memasuki perairan Indonesia, karena sudah mendapat ijin berlayar
dari Menteri Luar Negeri.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Greenpeace Indonesia, Longgena Ginting di Kantor Greenpeace di Jakarta hari ini (7/5).


Menurut Ginting, pihaknya juga mendengar adanya suara penolakan dari
salah satu anggota DPR RI Wakil Ketua Komisi IV Firman Subagyo yang
meminta pemerintah menolak kedatangan kapal Rainbow Warrior III berlayar
di perairan Indonesia.

 “Rainbow Warrior telah menjadi jiwa dan hati kampanye global Greenpeace
selama 30 tahun lebih. Ia telah diserang, ditabrak, ditembaki dan
dibom, tetapi semangat Rainbow Warrior tetap kuat seperti sejak
dulu,”ujar Longgena Ginting.

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono juga menerima undangan untuk
mengunjungi kapal terbaru Greenpeace ini. Dalam pertemuannya dengan
Eksekutif Direktur Greenpeace International Kumi Naidoo, di Jakarta 7
Juni 2012, Presiden SBY berkata akan menyambut Rainbow Warrior untuk
datang dan menerima undangan Kumi untuk berkunjung ke kapal itu.

Menurut mantan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI, Kapal
Rainbow Warrior adalah aset unik dalam upaya penyelamatan planet bumi
dan melindungi kepentingan umat manusia. Kapal ini selalu berada di
garis depan kampanye Greenpeace, kerap berlayar ke tempat terpencil
untuk menjadi saksi langsung serta melakukan aksi menghentikan perusakan
lingkungan.

 “Tahun ini, Rainbow Warrior berada di sini untuk meluncurkan kampanye
baru laut Greenpeace Indonesia dan juga mendukung komitmen Presiden SBY
untuk melindungi hutan Indonesia dan menurunkan emisi gas rumah kaca
Indonesia hingga 26 persen pada 2020,”tutur Longgena.

Kapal Rainbow Warrior III akan tiba Papua Jayapura pada tanggal 9 hingga
II Mei, lalu akan melanjutkan perjalanannya ke Manokwari (16-18 Mei).
Selanjutnya akan melanjutkan pelayaran ke ke Benoa-Bali (31 Mei-1 Juni)
dan tiba Jakarta pada tanggal 7 Juni hingga 10 Juni 2013.

Rainbow warrior, salah satu seri kapal laut yang dioperasikan oleh
Greenpeace untuk melakukan aksi aksi menentang perusakan lingkungan.

“Setiap tempat yang disinggahi akan digelar sejumlah kegiatan seperti
seminar, diskusi dan pameran lingkungan,”kata Longgena Ginting.

Selain itu, selama perjalanan, crew Kapal Rainbow Warrior akan
mendokumentasikan keindahanan kekayaaan hayati (Kehati) Indonesia
termasuk kerusakan kehati. “Ini menjadi bagian komitmen politik
Greenpeace atas komitmen Indonesia menurunkan emisi karbon,”kata
Arifsyah M Nasution, Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia.

Seraya menambahkan, Greenpeace juga ingin memastikan tata kelola laut
Indonesia mendukung pembangunan berkelanjutan serta pemenuhan hak
nelayanan dalam akses sumber daya laut. “Saatnya nelayan Indonesia
menjadi tuan di negeri sendiri,”ujarnya.

Sementara R, Kiki Taufik, juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia
mengatakan, layu perusakan hutan di Indonesia berkejaran dengan waktu.
“Kita tidak mau apa yang terjadi di hutan Sumatera dan Kalimantan, juga
terjadi di Papua yang merupakan harapan terakhir hutan tropis dunia.
Kami mendesak pemerintah untuk melanjutkan moratorium hutan,”kata Kiki.

Perjalanan selama sebulan, Kapal Rainbow Warrior akan mengusung kampanye
tema 100 % Indonesia, Bersama Melindungi Hutan dan Laut Kita.
“Indonesia adalah rumah bagi salah satu laut terkaya dan hutan paling
alami di dunia. Tahun ini, Rainbow Warrior III akan mengadakan
perjalanan untuk bercerita kepada dunia mengenai kekayaan alam
Indonesia, dan pentingnya melindungi warisan alam ini,” imbuhnya.

Kapal ini adalah reinkarnasi ketiga dari kapal legendaris. Rainbow
Warrior pertama berlayar pada 1978 sebelum dibom oleh Pemerintah Prancis
pada 1985 saat akan melangsungkan protes percobaan nuklir Prancis di
Pasifik.

Lalu perjuangan Rainbow Warrior I menyelamatkan bumi dilanjutkan Rainbow
Warrior II mulai berlayar pada 1989 dan berkampanye mencegah perusakan
lingkungan selama 22 tahun di seluruh belahan bumi.

Rainbow Warrior II ini sudah tiga kali mengunjungi Indonesia. Kunjungan
pertama pada Januari 2004 saat Konvensi Keanekaragaman Hayati PBB. Pada
2005, Rainbow Warrior membantu organisasi pertolongan medis Medecins
Sans Frontieres (MSF) menyalurkan bantuan di wilayah Indonesia yang
terkena dampak tsunami.

Pada Desember 2007, kapal ini melakukan pelayaran formasi (flotilla)
bersama ratusan kapal nelayan setempat di Bali untuk mempromosikan
perlindungan hutan saat Konvensi Iklim PBB (UNFCCC) ke-13. Pada 2010
Rainbow Warrior bermaksud kembali datang ke indonesia dalam rangka tur
“Turn The Tide Asia Tenggara” tetapi ditolak masuk ke perairan
Indonesia.

Rainbow Warrior III yang diluncurkan Oktober 2011, adalah kapal pertama
yang didesain dan dibuat secara khusus untuk para Laskar Pelangi
(Greenpeace). Rainbow Warrior II merupakan salah satu kapal paling ramah
lingkungan yang pernah ada di dunia, dan dirancang khusus untuk
berfungsi sebagai kendaraan kampanye lingkungan. Kapal ini didanai oleh
individu-individu pendukung Greenpeace di seluruh dunia, sekitar 50.000
orang diantaranya dari Indonesia. (Marwan Azis)
 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: