Jokowi Soroti Kinerja Direksi PT MRT

0 24
Model MRT Jakarta saat dipamerkan di Pekan Raya Jakarta. Foto: Media Indonesia

JAKARTA, MJ-Gubernur DKI Jakarta mengaku  tidak puas dengan kemajuan
rencana pembangunan Mass Rapid Trasit (MRT).

Saat ini, dua dari tiga jabatan
direksi PT MRT mengalami kekosongan karena kontrak kerja direksinya
sudah habis dan tidak diperpanjang lagi. Sedangkan satu direksi
mengundurkan diri. “Saya
sudah menunggu lima bulan. Hasilnya masih menunggu perkembangan tanpa
hasil,” keluhnya, Senin (18/3).

Jokowi mengatakan, tidak dilanjutkannya
kontrak direksi PT MRT, karena pihaknya melihat dalam waktu lima bulan
yang telah diberikan untuk menyelesaikan sejumlah kendala dan persoalan
pada rencana pembangunan MRT tak kunjung memperlihatkan kemajuan.
Untuk penggantian kedua direksi
tersebut, menurutnya masih menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sementara ini di jajaran direksi hanya tersisa satu jabatan saja yakni
Direktur Keuangan dan Administrasi yang dijabat oleh Erlan Hidayat.

Sementara posisi Direktur Utama yang diisi oleh Tribudi Rahardjo dan
Direktur Perencanaan, Operasi dan Pemeliharaan, Rachmadi saat ini masih
kosong. Selain itu, Direktur Konstruksi yang dijabat oleh Wishnu Subagio
Jusuf juga kosong, karena yang bersangkutan telah mengundurkan diri
pada Oktober 2012.

“Pada 19 Februasi itu dirut dan direksi sudah
berakhir. Pemilihannya melalui RUPS. Tapi semua harus dipelajari, siapa
yang jadi direksi dan komisaris, performa perusahaan seperti apa. Ada
satu direksi yang belum habis,” kata Jokowi seperti dilansir Beritajakarta.com, media resmi Pemda DKI.

Jokowi mengaku,
kebutuhan posisi direksi sangat mendesak. Namun, hingga saat ini ia
belum menyentuh permasalahan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang di
dalamnya juga termasuk MRT. “Kebutuhan mendesak tapi saya belum punya
waktu. Banyak di meja saya, tapi saya belum masuk ke BUMD,” ujarnya.

Direktur
Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta, Erlan Hidayat mengakui,
posisi direksi hanya dijabat oleh dirinya saja. Sehingga beberapa tugas
lain yang sebelumnya dikerjakan oleh dua direksi, terpaksa dikerjakan
sendiri. Namun, ketiadaan dua direksi itu diyakini tidak akan mengganggu
kinerja di internal, hanya saja lebih lamban dari waktu sebelumnya.
“Saya cukup kedodoran juga. Sampai untuk menghadapi warga Fatmawati juga
harus saya yang turun,” tandasnya. (Erna/BJ/Wan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: