Hary Tanoe Deklarasikan Perindo

0 38
Sejumlah tokoh
nasional hadir dalam deklarasi ormas Perindo (Persatuan Indonesia) di
Istora Senayan (24/2) seperti Din Samsudin (Ketua PP Muhammadiyah),
Yosir Rewai (politisi Golkar), Raja
Sapta Oktohari (Ketua Hipmi),  Yusril Ihza Mahendra (Dewan Pembina PBB) dan lain-lain. Foto : Marwan Azis/Mediajakarta.com.
JAKARTA, MJ- Tak lama setelah meninggalkan Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Hary
Tanoesoedibjo dan kawan-kawan resmi mendeklarasikan Persatuan Indonesia
(Perindo). 
 
Deklarasi
Perindo yang bertempat di Istora Senayan (24/2) ini ditandai dengan pembacaan
manifesto politik Perindo, yang dibacakan oleh mantan Sekjen Partai Nasdem
Ahmad Rofiq.
Sejumlah
tokoh, politisi dan pengusaha nasional turut menjadi deklarator Perindo antara
lain Hary Tanoesoedibjo, Yusril Ihza Mahendra, Romli Atmasasmita, Ahmad Rofiq, Raja
Sapta Oktohari, Yusuf Lakaseng, Fauzi Amro, Katon Bagaskara, Andre Hehanusa
dan  lain-lain. 
Deklarasi
tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Ketua Umum PP
Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Adyaksa
Dault, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Agum Gumelar, Samuel Koto dan
sejumlah artis.

Dalam pidato politiknya Hary Tanoesoedibjo yang
disaksikan ribuan kader dan simpatisan Perindo, menjelaskan latar dan tujuan
pendirian Perindo.” Pasca reformasi, bangsa kita menghadapi banyak masalah,
mulai dari korupsi, kesenjangan sosial, akses pendidikan, kesehatan pengelolaan
sumber daya alam dan masih banyak lagi,”kata HT panggilan akrab Hary
Tanoesoedibjo. 

Sebagai anak bangsa lanjut pemilik MNC Group
ini, harus berbuat karena  masa depan bangsa ada ditangan kita.


Bahkan menurut HT, beberapa hal  bangsa
Indonesia mengalami kemunduran termasuk intoleransi.” Itulah alasan Perindo
didirikan, untuk lebih peduli dan untuk Indonesia yang lebih baik. Tidak dengan
janji-janji saja melainkan perbuatan.”paparnya.

Dalam kesempatan tersebut,  HT juga
menegaskan Perindo bukanlah onderbow Hanura, partai yang kini HT berlabuh
setelah meninggalkan Nasdem.  “Belum lama ini saya bergabung dengan
Partai Hanura, saya harus dengan jelas menyampaikan kepada semua. Tentunya
berbeda antara Perindo dan Hanura. 

Menurut HT,  Hanura adalah partai politik
yang menempatkan kader  untuk duduk di legislative (DPR). Sedangkan
Perindo adalah organisasi kemasyarakatan  yang bergerak dibidang sosial,
fokus pada masyarakat bawah, pembangunan, akan memberikan saran dan pendapat ,
pressure group untuk kebaikan bangsa.

HT mengingatkan kadernya agar Perindo tetap
menjunjung tinggi visi pendirianya. “Banyak organisasi dibentuk dengan
tujuan mulia tapi banyak ketika organisasi itu tumbuh jadi menyimpang dari visi
sebelumnya,”ujar HT seakan menyindir organisasi Nasdem yang pernah
dibelanya. Seperti diketahui HT memutuskan mundur dari Partai Nasdem setelah
berbeda pendapat dengan Surya Paloh pendiri Ormas Nasdem yang kini menjadi
Ketua Partai Nasdem. 

“Kita harus menjadikan Perindo sebagai ujung
tombak untuk mewujudkan masyarakat dan Indonesia yang lebih baik. Kita yakin dengan persatuan, Indonesia pasti bisa maju,”tandasnya.
(Marwan Azis).

Leave A Reply

Your email address will not be published.