Anas Urbanigrum : Ini Baru Permulaan

0 9

Anas Urbanigrum. Foto : Lensa Indonesia.

JAKARTA, MJ- Mantan Ketua
Umum Partai Demokrat, Anas Urbanigrum menegaskan, penetapan dirinya sebagai
tersangka bukanlah akhir dari segalanya.  
 

“Hari ini saya nyatakan, ini baru
permulaan,”kata Anas dalam konferensi pers yang bertempat di Kantor DPP Partai
Demokrat di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (23/2).
Menurut Anas hari-hari kedepan,
Partai Demokrat masih akan mengalami ujian. Cobaan itu berjalan seiring dengan
perkembangan waktu.

“Akan diuji apakah Demokrat
akan menjadi partai yang santun atau partai yang sadis,”ujar usai
menyatakan berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Akan diuji oleh
sejarah, apakah Demokrat partai yang bersih atau partai korup,”
Selain itu akan diuji pula kemampuan Demokrat untuk menjadi partai yang cerdas,” “Apakah bisa menjadi partai yang
solutif menawarkan gagasan yang bernas untuk masa depan bangsa, atau tidak
seperti itu,” ujar Anas.


Anas berharap, siapapun yang nanti menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, bisa
menunaikan tugas, bahkan jauh lebih baik dengan apa yang dilakukan Anas bersama pengurus Demokrat selama ini.

Anas mengaku status tersangka yang kini disandangnya merupakan
implikasi dari kemenangannya sebagai Ketua Umum Demokrat tahun 2010 lalu.
“Kalau mau dirunut agak ke belakang peristiwa sekarang ini berkaitan soal
Kongres Partai Demokrat. Saya tidak bisa ceritakan
sekarang, seluruh rangkaian peristiwa itu panjang dan hanya saya yang
mengalami, dan merasakan,”ujarnya.
Menurut Anas apa yang dilakukan
hari ini merupakan sebuah awal dari langkah-langkah besar. “Hari ini saya nyatakan, ini baru permulaan.
Ini baru sebuah awal langkah-langkah besar. Ini baru halaman pertama. Masih
banyak hal lainnya yang kita buka bersama untuk kebaikan bersama,”tegasnya.
Seraya menambahkan, ia akan tetap berkomitmen dan berikhtiar untuk
memberikan sesuatu yang berharga bagi masa depan demokrasi kita. “Inilah yang
saya sampaikan siang ini. Saya tentu akan terus menjadi sahabat teman sekalian,
karena banyak buku yang akan kita baca bersama. Tapi jangan dipahami dalam
perspektif ngeres, tapi dipahami secara konstruktif bagi kemaslahatan yang
lebih besar. Itulah yang akan jadi titik orientasi kita.”tandasnya.
(Marwan Azis).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: