Dubes Korsel Undang Jokowi Studi Banding Atasi Banjir

0 9

JAKARTA, MJ-Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali bertemu dengan Duta
Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Yeong Seon.

Masalah banjir
masih menjadi fokus pembicaraan keduanya. Bankan, Kim Yeong Seon
mengundang Jokowi melakukan studi banding penanganan banjir di
negaranya.

“Pejabat-pejabat di Indonesia mau diundang ke Korea
Selatan supaya mereka bisa melihat bagaimana sistem penanggulangan
banjir di sana.
Karena di Korea Selatan juga ada banyak hujan. Maka
pengalamannya banyak,” kata Kim, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (15/2) seperti dilansir Beritajakarta.com.

Hal
ini dilakukan untuk mempererat hubungan bilateral antar kedua negara.
“Terus kita membicarakan nanti bekerja lebih erat untuk menanggulangi
bencana banjir di Jakarta dan masalah kemacetan juga. Jadi kerjasama
antara Korea Selatan dan Indonesia diharapkan akan semakin erat dan
dekat,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Dubes Korea Selatan juga
memberikan bantuan kepada korban banjir di Jakarta berupa seragam
sekolah, sepatu, dan alat tulis

Kerja sama lainnya yang akan dilakukan yakni membangun pembangkit listrik atau pure cell power plant
di kawasan Ancol . Pembangkit listrik yang dibangun ramah lingkungan
serta bebas polusi, bahkan memiliki efisiensi sangat tinggi.

“Sekarang
sedang membangun pembangkit listrik tersebut, mungkin sebentar lagi
akan diselesaikan. Kita bisa memproduksi listrik untuk DKI Jakarta. Jadi
tadi Pak Jokowi sudah janji dan menaruh perhatian. Diharapkan dalam dua
atau tiga bulan yang akan datang bisa diselesaikannya,” jelasnya.

Gubernur
DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, dirinya ingin lebih fokus
mengkonkritkan proyek yang akan dikerjakan oleh Korea selatan di
Jakarta, baik yang berkaitan dengan penanganan banjir dan kemacetan.
Untuk penanganan banjir pihak Korea Selatan akan melakukan restorasi
Kali Ciliwung yang berada di Pasar Baru. “Diperkirakan desainnya selesai
April dan Juni sudah mulai di lapangan,” kata Jokowi.

Sementara
untuk penanganan kemacetan yakni membangun angkutan massa kereta api
yang menghubungkan Jabodetabek. Namun pembicaraannya masih tahap awal.
“Ini masih tahap awal nanti akan dibicarakan lebih lanjut,” tandasnya. (Erna/BJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.