2015 MDGs Berakhir, PBB Jaring Suara Masyarakat Indonesia

0 12

 Jakarta kota terpolusi ketiga di dunia setelah Meksiko dan Thailand.

JAKARTA, MJ- Agenda Pembangunan Millenium
Development Goals (MDGs)
yang ditetapkan di KTT Bumi di Rio De Janeiro tahun
1992 lalu akan berakhir pada tahun 2015.


Untuk menjaring usulan dari masyarakat
Indonesia sebagai bahan masukan untuk Agenda Pembangunan Milenium (MDGs) paska
2015.  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerjasama  Wahana
Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggelar Konsultasi Nasional Para Pihak PBB
Tentang Keberlanjutan Lingkungan Hidup (13/02).  

Acara  yang bertempat di  Hotel
Akmani, Jakarta ini menggundang 100 orang peserta yang terdiri perwakilan
berbagai kelompok masyarakat sipil (CSOs), NGO nasional dan daerah, peneliti, akademisi,
swasta termasuk unsur media dari Portal Beritalingkungan.com dan
individu-individu lain yang selama ini konsen dalam pelestarian lingkungan
hidup di Indonesia.   

Kegiatan tersebut  nantinya akan menjadi
bahan masukan  untuk laporan UN Country Team (UNCT) untuk  Agenda
Pembangunan Paska 2015 yang akan memaparkan suara masyarakat Indonesia kepada
komunitas global.  

“Tahun ini akan ada pertemuan High-level Panel
di Bali pada bulan Maret 2013 untuk membahas evaluasi  Agenda Pembangunan
MDGs dan harus dicapai pada tahun 2015,”kata Nur Amalia dari Global Call to
Action Against Poverty (GCAP) yang juga menjadi  salah satu fasilitator
Konsultasi Nasional Para Pihak PBB Tentang Keberlanjutan Lingkungan Hidup
ditemui disela-sela acara.

Konsultasi nasional ini maksudkan untuk lebih
banyak menggali pendapat dan pengalaman dari para pihak terkait dengan MDGs
(Tujuan-tujuan Pembangunan Milinium) dan Pembangunan Paska 2015.  Para
peserta pertemuan  terlihat aktif melalui diskusi kelompok dengan berbagai
tema seperti  1) perubahan iklim dan ekonomi berkelanjutan, 2) Produksi
dan komsumsi ramah lingkungan, 3) Kota lestari dan hunian masyarakat, 4) Hutan,
keragaman hayati dan degradasi lahan, 5) Air, kesehatan, pencemaran dan pesisir
kelautan.   

Menurut Amalia, Indonesia memiliki posisi yang
strategis dalam mensuksekan pembangunan MDGs, karena pada tahun 2012 Presiden
Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ditunjuk sebagai salah satu ketua
Panel PBB untuk Pembangunan MDGs  bersama Presiden Ellen Johnson Sirleaf
dari Liberia, dan Perdana Menteri David Cameron dari Inggris.  Mereka
betiga disebut Hight-level Panel Eminent Persons (HLPEP), dan
beranggotakan para pemimpin dari masyarakat sipil, sektor swasta dan
pemerintah.

Panel ini merupakan bagian dari inisiatif
Sektretaris Jenderal PBB untuk paska 2015, yang diamanatkan oleh KTT MDGS
2010.  Negara-negara Anggota PBB telah menyerukan secara terbuka adanya
konsultasi inklusif yang melibatkan masyarakat sipil, sektor swasta, akademisi
dan lembaga penelitian dari seluruh dunia, disamping system PBB, untuk
memajukan kerangka pembangunan paska 2015.

Amalia menjelaskan, Indonesia sejak tahun 2000
bersama 189 negara lainnya menandatangani Deklarasi Millenium sebagai bagian
dari upaya pencerahan atas kerisauan pembangunan dunia terutama pembangunan
ekonomi dan lingkungan, yang dinilai belum bisa mensejaterahkan karena jurang
kemiskinan masih lebar, tingkat kesehatan masyarakat rendah, akses atas
pendidikan sulit, partisipasi masyarakat rendah dan sebagiannya.

Nur Hidayati (Yaya) dari WALHI menambahkan
pertemuan Konsultasi  Nasional Para Pihak PBB bukan saja membahas Agenda
Pembangunan MDGs paska 2015, tapi juga sebagai upaya untuk mengkritisi
pembangunan Indonesia. “Saya berharap ini hasil pertemuan ini bisa menjadi
bahan masukan untuk pembangunan yang berkelanjutan,”kata mantan Kepala Perwakilan Greenpeace Indonesia ini.

Sementara dari perwakilan PBB untuk urusan
MDGs, Gilang menyampaikan terima kasih atas partispasi masyarakat sipil
Indonesia yang telah ikut berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.” Ini akan menjadi bahan masukan untuk
report  PBB dan bulan Maret untuk bikin goals baru paska
2015,”tandasnya.  (Marwan Azis).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: