Joko Widodo Mutasi Besar-besaran

0 16

JAKARTA,MJ-Gubernur DKI Jakarta, Joko
Widodo, melakukan mutasi besar-besaran terhadap pejabat eselon 2 di
lingkungan Pemprov DKI.

Setidaknya ada 20 pejabat yang bakal menempati
posisi baru untuk menggantikan pejabat sebelumnya yang dirotasi ke unit
lain, maupun karena sudah memasuki masa pensiun.

Namun, sayangnya Anas
Effendi yang dicopot dari jabatannya sebagai Walikota Jakarta Selatan,
tidak hadir dalam pelantikan tersebut tanpa alasan yang jelas.

Absensi
kehadirannya pun terlihat kosong. Saat coba dikonfirmasi ke nomor
telepon selulernya, asistennya menjawab Anas sedang rapat sehingga tidak
bisa menghadiri pelantikan. “Bapak sedang rapat sehingga tidak bisa
menghadiri acara pelantikan,” ujarnya singkat, Kamis (14/2) seperti dilansir Beritajakarta.com, situs berita milik Pemda DKI.

Setelah
dicopot dari walikota, Anas Effendi kini dipercaya Jokowi menjabat
sebagai Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah. Pejabat lainnya yang
dilantik yakni Catur Laswanto yang sebelumnya menjabat Kepala Badan
Diklat menjadi Kepala BPMP, Budhiastuti sebelumnya menjabat Kepala Badan
Kepegawaian Daerah (BKD) menjadi Kepala Badan Diklat, I made Karmayoga
sebelumnya menjabat Sekretaris Bappeda menjadi Kepala BKD, dan Anas
Effendi sebelumnya sebagai Walikota Jakarta Selatan menjadi Kepala Badan
Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Selain itu, Ery Basworo
sebelumnya menjabat Kepala Dinas PU menjadi Kepala Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD), Subejo sebelumnya sebagai Kepala Bidang
Operasional Dinas Damkar dan PB menjadi Kepala Dinas Damkar dan PB,
serta Yonathan Pasodung sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pembina dan
Pembangunan Gedung DKI menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda
DKI.

Kemudian Gamal Sinurat sebelumnya menjabat sebagai Kasudin
Tata Ruang Jakarta Selatan menjadi Kepala Dinas Tata Ruang, Manggas Rudi
Siahaan sebelumnya menjabat Asisten Deputi Bidang Transportasi menjadi
Kepala Dinas PU,  Irmansyah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro KDH
dan KLN menjadi Kepala Biro Tata Pemerintahan, dan Heru Budi Hartanto
sebelumnya Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri menjadi Kepala Biro KDH
dan KLH.

Pejabat lainnya yakni Kukuh Hadi Santoso sebelumnya
sebagai Sekretaris Dinas PU menjadi Kepala Biro Umum, Hery Supardan
sebelumnya menjabat Kepala Perbendaharaan dan Kas Kota Administrasi
Jakarta Utara menjadi Wakil BPKD, dan Saptasri Edingtyas sebelumnya
sebagai Asisten Deputi Bidang Tata Ruang menjadi Wakil Kepala Dinas
Kebersihan.

Selain itu, Tri Kurniadi sebelumnya menjadi
Sekretaris Kota Jakarta Utara menjadi Wakil Walikota Jakarta Utara,
Junaidi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Yuliadi menjadi
Sekretaris Kota Jakarta Utara, Yusuf Riyanto sebagai  Sekretaris Bupati
Kepulauan Seribu, Sulistyo Prabowo sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas
Kominfomas menjadi Asisten Gubernur Bidang Tranportasi, dan Ida Bagus
Nyoman Banjar sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian
Masalah Kesehatan menjadi Direktur RSUD Durensawit.

Sementara
pejabat yang memasuki masa pensiun yakni Kepala Dinas Pemadam Kebakaran
dan Penanggulangan Bencana, Paimin Napitupulu, Kepala Dinas Tata Ruang
Agus Subardono, dan Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi (BPMP), Terman
Siregar.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, dalam
sebuah organisasi harus ada penyegaran. Rotasi ini juga melihat
kebutuhan di lapangan. Diharapkan seluruh pejabat totalitas dalam
melayani masyarakat. “Saya sudah panggil bolak-balik dan saya sampaikan
totalitas kerja, turun ke lapangan, turun ke bawah, dan ada target yang
jelas,” kata Jokowi, usai Pelantikan pejabat eselon 2, di Balaikota DKI
Jakarta, Kamis (14/2).

Ia menegaskan dirinya memberikan waktu
selama enam bulan kepada para pejabatnya. Jika ada yang tidak bisa
mengikuti akan diganti. “Selama 6 bulan saya lihat tidak ada perubahan,
ya maaf, siap saya ganti? Siap pak,” tegasnya menirukan ucapan para
bawahannya tersebut.

Dirinya juga ingin membangun tradisi dan
pola kerja baru, dengan ritme kerja yang lebih cepat. Sebab ekspektasi
masyarakat saat ini tinggi sekali, sehingga kalau tidak dijawab dengan
sebuah manajemen organisasi dengan totalitas kerja tidak mungkin bisa
memberikan sesuatu pada masyarakat.

Ia pun berpesan kepada para
jajarannya tidak ada tempat yang baik maupun tidak baik. Sehingga semua
pejabat harus mampu memberikan pengabdiannya kepada masyarakat di mana
pun jabatannya. “Tidak ada lagi tempat baik atau tidak baik, enak atau
tidak enak, basah atau tidak. Harus memberikan yang terbaik bagi
Jakarta. Maka dari itu, mari kita kerja keras sama-sama untuk kota ini.
Selamat bekerja,” ujarnya.

Usai dilantik, Kepala Dinas Pekerjaan
Umum DKI Jakarta, Manggas Rudi Siahaan mengatakan, dalam 1 sampai 2 hari
pertama dirinya akan melakukan konsolidasi internal. Ke depan dirinya
akan fokus dalam penanganan banjir dan macet di Jakarta. “Tantangannya
ada di banjir dan perbaikan jalan,” ucapnya.  (Erna/BJ)

Leave A Reply

Your email address will not be published.