Pemprov DKI Akan Bangun 30 Pasar Rakyat

0 6

JAKARTA, MJ- Untuk mengakomodir kebutuhan para pedagang di ibu kota, Pemprov DKI
Jakarta akan membangun sebanyak 30 pasar rakyat. 
 
Nantinya, para pedagang
yang akan menempati pasar rakyat itu akan dibebaskan dari uang sewa
sehingga tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam untuk memiliki
kios. Hanya saja, para pedagang tetap harus membayar biaya listrik dan
air setiap bulannya.  

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga
Lubis mengatakan, untuk tahap awal akan dibangun sebanyak 30 pasar
rakyat. “Sesuai visi dan misi Pak Gubernur harus ada perubahan pada
pasar. Jadi, nanti ada pasar rakyat, untuk pasar lingkungan dengan skala
kecil yang akan kita bangun. Kita gratiskan untuk tempat tapi bayar
listrik dan air,” ujar Djangga, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (13/2).

Nantinya,
kata Djangga, pasar rakyat ini akan dibangun secara sederhana di
sekitar lingkungan pemukiman atau perumahan warga. Pembangunannya
tersebar di lima wilayah kota, diantaranya, di Cawang Kavling dan Petojo
Enclek. Rencananya pasar-pasar tersebut akan dibangun tahun ini juga.
Nantinya, pasar rakyat yang akan dibangun juga disesuaikan dengan luas
lahan yang ada serta dengan kebutuhan warga.

Dikatakan Djangga,
pembebasan uang sewa ini hanya untuk 30 pasar rakyat yang baru akan
dibangun. Sementara untuk kios di pasar-pasar tradisional milik PD Pasar
Jaya tetap akan dioptimalkan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah
(PAD). “Untuk pasar-pasar yang strategis kita optimalkan. Sehingga PD
Pasar Jaya tetap memperoleh pendapatan. Ini harus dioptimalkan, supaya
PD Pasar Jaya bisa tetap eksis,” katanya.

Pasar-pasar tradisional
yang akan dioptimalkan yakni, pasar-pasar yang terletak di lokasi
strategis serta berdekatan dengan lokasi hotel, kantor maupun pusat
perbelanjaan seperti, Pasar Bendungan Hilir.

Dengan adanya
optimalisasi pendapatan dari pasar tradisional, ditambahkan Djangga,
diharapkan hal itu akan meningkatkan realisasi kontribusi Pendapatan
Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta. Tahun ini, pihaknya menargetkan dapat
menyetorkan Rp 26,293 miliar untuk PAD DKI Jakarta. Jumlah itu meningkat
dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 26,265 miliar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: