Berkat Modifikasi Cuaca, Hujan Berkurang di Jakarta

0 24

Macam-macam metoda penyampaian bahan semai ke dalam awan.  Grafik : soerya.surabaya.go.id

JAKARTA, MJ- Hingga hari ke-8 pelaksanaan modifikasi cuaca yang dilakukan BNPB dan
BPPT untuk mengantisipasi banjir Jakarta sejak 26/1, curah hujan yang
jatuh di wilayah Jakarta dan sekitarnya berkurang secara signifikan.

DR. Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas  Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan,  ada 2 faktor yang
menyebabkan hujan berkurang. Pertama adalah pengaruh
modifikasi cuaca, yang mampu menjatuhkan awan-awan menjadi hujan sebelum
masuk Jakarta. Cluster awan-awan dengan NaCl ke dalam awan sehingga
awan jatuh.

Hingga sekarang sudah dilakukan 14 sorti penerbangan dengan
pesawat Hercules C-130 yang sekali terbang membawa 4 ton bahan semai dan
1 kali dengan Casa 212-200 membawa 800 kg bahan semai.  Pembakaran
flare untuk menghambat pertumbuhan awan dilakukan di 25 lokasi.

Kedua
adalah kondisi cuaca regional yang kurang mendukung terjadinya hujan
ekstrem di sekitar Jakarta. Tidak adanya siklon tropis di selatan
Indonesia, dan tidak adanya pengaruh seruak dingin (cold surge) dari
Siberia Selatan yang masuk ke wilayah Indonesia berpengaruh tidak adanya
hujan ekstrem di sekitar Jakarta. Kombinasi antara upaya manusia dan
alam inilah yang menyebabkan Jakarta aman dari banjir besar hingga saat
ini.

Pada Sabtu (2/2), cluster awan sudah terbentuk sejak pagi di barat laut
menuju wilayah Jabodetabek. Sorti pertama dengan Hercules membawa 4 ton
NaCl terbang pukul 09.39-11.33 Wib mencegat awan-awan di sekitar Teluk
Jakarta hingga sebelah barat Lampung.

Ia menambahkan, pantauan radar menunjukkan awan
target jatuh menjadi hujan. Sorti kedua pada 14.25-15.40 Wib dengan
Hercules dengan 4 ton NaCl menyemai di atas Pandeglang, Serang, Cilegon
dan utara Merak.

Sorti ketiga dengan Casa membawa 800 kg menyemai
sekitar Pandeglang pada ketinggian 15 ribu kaki. Di bawah dioperasikan
ground based generator (GBG) dengan membakar 36 flare di 13 lokasi dan
GBG sistem larutan diaktifkan di 3 lokasi selama 5 jam. Hasilnya hujan
berkurang di Jabodetabek. ( (Jekson Simanjuntak/Marwan Azis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.