Tanggap Darurat Berakhir, Dilanjutkan Transisi Darurat Banjir Jakarta

0 46
Sampah rumah
tangga, sebuah potret rendahnya kesadaran warga Jakarta terhadap 
pelestarian lingkungan. Foto : Bay Ismoyo/AFP/Getty Imanges/Huffington
Post.

JAKARTA, MJ- Tanggap darurat banjir Jakarta telah berakhir sejak tanggal
27 Januari kemarin, selanjutnya dinyatakan masa transisi darurat
terhitung mulai tanggal 28 Januari hingga 26 Februari 2013.
Itulah salah satu poin kesepakatan rapat koordinasi evaluasi penanganan banjir Jakarta, yang
dilakukan pada Senin (28/1) pukul 16.00 Wib di Posko Nasional
Penanggulangan Bencana Banjir, Kantor Kementerian PU yang dihadiri dari
berbagai Kementerian/Lembaga, TNI, Polri dan Pemda DKI Jakarta.

Berikut poin-poin kesepakatan rapat para pihak terkait penanganan banjir
Jakarta yang diperoleh Beritalingkungan.com dari pihak Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) :

1.  Tanggap darurat banjir Jakarta oleh Gubernur dinyatakan telah
berakhir tanggal 27 Januari 2013. Selanjutnya dinyatakan masa transisi
darurat mulai tanggal 28 Januari – 26 Februari 2013 (surat dalam
penyiapan). Di lapangan masih terdapat berbagai masalah yang harus
segera dituntaskan, seperti pengungs dimana pada 28 Jan pukul 12.00 WIB
tersisa 1.228 orang yang tersebar di 2 lokasi. 28 Orang di Keluarahan
Pengadegan Kec. Pancoran, Jakarta Selatan dan 1200 orang di Rumah Susun
Rw. 017 Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara
sebanyak 313 KK. Masalah lain adalah penyediaan air bersih, sampah yang
menutupi sungai dan waduk, sanitasi, tanggul bocor, listrik, dan
sebagainya.

2.  Posko penanganan darurat DKI Jakarta selanjutnya dioperasikan
sebagai posko transisi darurat dengan organisasi yang lebih ramping
sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan transisi darurat menuju pemulihan
dengan didukung perkuatan posko di 5 wilayah kota;

3.  Penanganan infrastruktur sungai dan pengendali banjir oleh Kementerian PU dibahas lebih lanjut pada Rabu 30 Januari 2013;

4.  Perlunya strategi penanganan, pembersihan dan pengangkutan sampah
terkait dengan kecenderungan bertambahnya volumen sampah rmah tangga
selain sampah banjir;

5.  Kementerian Kesehatan terus menyiagakan posko kesehatan dan tenaga
kesehatan untuk memonitor dan antisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang
mungkin terjadi pascabencana, serta mendorong kegiatan fogging,
lysolisasi di daerah tidak saja didaerah pascabanjir tetapi juga di
wilayah sekitar termasuk kabupaten/kota di sekitar DKI Jakarta

6.  Pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca dengan metode Jumping Process
dan Kompetisi Awan diharapkan dapat menghambat kejadian hujan sampai
30%;

7.  BMKG akan memberikan informasi terkait dengan kemungkinan cuaca
ekstrim dan mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca dengan
prakiraan data cuaca tersedia;

8.  Pelaksanaan transisi darurat menuju pemulihan dengan tetap memperhatikan akuntabilitas pelaksanaan anggaran.

(Jekson Simanjuntak/Marwan Azis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.