Jakarta Rugi 20 Triliun Akibat Banjir

0 12
Banjir sepanjang jalan daerah Tebat, Jakarta Selatan. Foto : Bellina Rosellini/SIEJ.

JAKARTA, MJ-Jakarta diperdiksi mengalami kerugian 20 trilium akibat
banjir yang merendam  ibu kota. Jumlah kerugian dihitung dari berbagai
aspek, salah satunya efek
jebolnya tanggul Kanal Banjir Barat (KBB) di Jl Latuharhary.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di ibu kota tak hanya merusak
bangunan infrastruktur saja. Bahkan, banjir yang menerjang hingga pusat
kota itu juga sempat melumpuhkan aktivitas warga.

“Kerugian
satu kali banjir saja diprediksi Rp 15 trilliun. Tapi yang ini kata tim
saya hampir Rp 20 trilliun. Ini sekali kejadian, kalau ditumpuk-tumpuk
banjirnya jadi berapa?,” ujar Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, di
Balaikota DKI, Selasa (22/1) seperti dilansir Beritajakarta.com.

Dengan jumlah kerugian yang cukup
besar itu, pihaknya, kata Jokowi akan berupaya mengurangi titik banjir
yang ada di Jakarta. Salah satunya dengan menginstruksikan Dinas
Pekerjaan Umum (PU) untuk menyedot endapan yang ada di saluran air.
“Saya ingin tiru seperti yang di Singapura dan negara-negara lainnya,
pakai disedot dan bisa bantu pembersihan sungai,” katanya.

Selain
itu, dirinya akan memperbanyak sumur resapan agar saat hujan tiba,
tidak semua air terbuang ke laut lewat saluran melainkan terserap
melalui sumur resapan. Sumur resapan juga bisa membantu revitalisasi air
tanah. Sehingga saat musim panas, Jakarta diharapkan tidak mengalami
kekeringan.

Jurus lainnya, tambah Jokowi, dengan memasang dua
pompa tambahan di Jakarta Utara yakni di kawasan Marina, Ancol dan Muara
Angke. Sementara pompa yang rusak di Waduk Pluit sisi tengah dan barat
juga segera diperbaiki.

Tidak hanya itu, pembuatan deep tunnel juga menjadi skenario yang direncanakan. Menurutnya daripada terus menerus rugi akibat banjir, lebih baik Jakarta membuat deep tunnel dengan anggaran sebesar Rp 16 triliun.

Secara
terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI
Jakarta, Syamsul Arfan Akilie mengatakan, selama masa tanggap darurat
yakni 17-27 Januari, pihaknya membuka posko banjir di Ruang Pola,
Balaikota, DKI Jakarta. Dengan adanya Posko BPBD ini, diharapkan akan
memudahkan berbagai pihak untuk saling berkoordinasi sehingga penyaluran
bantuan bagi pengungsi juga akan lebih merata dan dapat menjangkau
seluruh korban banjir.  

“Dengan adanya posko ini bisa mengurangi masalah, walaupun diakui masih ada pengungsi yang belum terjangkau,” kata Arfan.

Dikatakan
Arfan, posko ini sangat membantu untuk pendistribusian segala bentuk
bantuan. Terlebih bagi korban banjir yang meminta bantuan, baik evakuasi
maupun permintaan logistik. “Jika ada laporan dari masyarakat langsung
bisa ditindaklanjuti, karena semua unsur ada dan langsung bergerak,”
ucapnya.

Tidak hanya itu, setiap harinya dilakukan evaluasi
terhadap penanganan banjir yang terjadi sampai tanggap darurat dicabut.
Dalam evaluasi yang dilakukan juga dikoordinasikan strategi yang akan
diambil pada hari berikutnya.

Posko banjir tersebut juga membuka layanan call center yakni di nomor 164. (Erna/BJ).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: