Ini Dia Modus Baru Pemerasan Bagi Pengendara Mobil di Jakarta

0 18

JAKARTA, MJ-Modus pemerasan makin beragam terjadi di Jakarta.  Modus
paling baru adalah pemotor yang mengaku motornya tertabrak mobil.
Kemudian pemotor itu melakukan pemerasan kepada pengendara mobil dengan
mengatakan dirinya adalah aparat.

Misalnya seperti peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu dan menimpa
pengemudi sebuah mobil boks. Kala itu, mobil melintas di Jl Dr Soepomo,
Tebet, Jakarta Selatan, kemudian tiba-tiba dihentikan oleh seorang
pemotor. Saat itu pemotor mengaku ditabrak di sekitar terowongan
Manggarai oleh mobil boks tersebut.

Pengemudi motor itu kemudian mengaku sebagai anggota dan meminta
surat-surat kendaraan dan ponsel pengemudi mobil boks itu sebagai
jaminan. Pengendara motor itu kemudian membawa sopir mobil boks itu
untuk mencari bengkel. Sedangkan kenek mobil boks disuruh menunggu mobil
tersebut di daerah Tebet.

Bukannya dibawa ke bengkel, pengendara motor itu kemudian membawa
sopir mobil boks ini ke lokasi teman-temannya berkumpul. Pengemudi mobil
boks ini diperas untuk menyerahkan sejumlah uang. Karena ketakutan
akhirnya pengendara ini menyerahkan uang Rp 700 ribu kepada pemotor
tersebut. Dia pun diperbolehkan pergi dari tempat ini.

Sementara itu Kapolsek Tebet Kompol Nico A Setiawan yang dikonfirmasi
mengaku belum mendapatkan laporan mengenai pemerasan itu. Namun modus
mengaku-ngaku sebagai aparat kemudian melakukan pemerasan sudah sering
terjadi.

“Modus ini sudah banyak terjadi, bedanya ini terjadi pada pengendara mobil boks saja,” kata Nico seperti dilansir Detik.com.

Nico mengatakan, jika menemui ada orang yang mengaku sebagai anggota
polisi atau TNI jangan takut. Masyarakat bisa memita orang tersebut
menunjukan kartu tanda anggota (KTA) dan identitas lainnya.
“Warga bisa minta orang itu menujukan kartu anggotanya dan kalau
tidak mau dibawa ke kantor polisi sudah pasti bukan anggota,” katanya.

Nico juga meminta warga tak takut menghubungi kantor polisi jika
menemukan kasus-kasus seperti ini. Dia meminta agar masyarakat menyimpan
nomor-nomor penting yang bisa dihubungi jika terjadi kasus-kasus sepert
ini.

“Kalau memang sering melewati Tebet lebih baik nomor Polsek Tebet
disimpan, jadi kalau ada orang yang mengaku-ngaku anggota ada yang nomor
yang bisa dikontak. Silakan menghubungi kantor polisi, kami terbuka
untuk laporan masyarakat,” katanya.

Sumber: Detik

Leave A Reply

Your email address will not be published.