Istiqlal Jadi Pilot Project Restorasi Ciliwung

0 8
Ilustrasi kondisi Sungai Ciliwung. Foto : Beritalingkungan.com/MarwanAzis.
JAKARTA, MJ-Upaya menyelamatkan Sungai  Ciliwung sudah mulai ada titik terang.
Pilot project restorasi rencananya akan dimulai dari Sungai Ciliwung
yang berlokasi di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Hari ini Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia, Prof Balthasar
Kambuaya dan Menteri Lingkungan Hidup Republik Korea Selatan, You Young
Sook melakukan penandatanganan memorandum
restorasi Sungai Ciliwung  yang bertempat di Istaqlal Baru, Jakarta.

Dipilihnya sungai Ciliwung di sekitar Istiqlal karena lokasi ini berada dalam wilayah terpenting di Indonesia, di antara
Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Setiap tahun Masjid
Istiqlal Jakarta dikunjungi lebih dari 12  juta orang serta  berbagai
tamu  negara.

Project ini diperkirakan menelan dana yang cukup besar, totalnya hampir
Rp 100 Miliar. KLH menggelontorkan dana Rp 10 Miliar. Sisanya Korea
memberikan dana hibah sebesar 9 juta dollar AS atau sekitar Rp 81
Miliar. Sebagian dana tersebut akan digunakan untuk membangun
pembangunan fasilitas pengolahan limbah domestik, pembangunan pusat
pendidikan dan penyediaan fasilitas ramah lingkungan.

Proyek tersebut diawali dengan rancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah
(IPAL), pengerukan sungai dan konstruksi IPAL. Instalasi IPAL akan
tepat dibangun di badan sungai sementara bagian atasnya akan
dipergunakan untuk pusat pendidikan dan pelatihan. Sejumlah lembaga
terlibat proyek ini, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan
Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta.

Pilot project restorasi sungai Ciliwung sebagai bagian dari kerjasama
antara Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dengan Korea
Environmental Industry and Technology Institute (KEITI) dan The Korea
International Cooperation Agency (KOICA) yang merupakan bagian dari
Pemerintah Republik Korea, yang akan dimulai tahun 2012 ini dan akan
berlangsung selama 3 tahun ke depan terhitung sejak ditandatanganinya
memorandum tersebut. 

Menurut Rasio Ridho Sani, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar
Negeri, KLH, kegiatan ini sebagai titik awal penyelamatan Sungai
Ciliwung  untuk mengembalikan sesuai fungsinya, sehingga lebih
bermanfaat bagi masyarakat.  Selain MOU Restorasi Sungai Ciliwung, kedua
pihak juga sepakat mendorong terbentuknya Indonesia-Korea Environmental
Cooperation Center  (IKECC).

Balthasar Kambuaya dalam sambutannya usai penandatanganan nota
kesepakatan mengatakan ini merupakan momen bersejarah bagi bangsa
Indonesia, melalui Demonstration Project restorasi Sungai Ciliwung
diharapkan dapat mengembalikan fungsi sungai sebagai sistem pengendali
banjir, sistem ekologi, sarana edukasi, sosial, dan budaya.

Balthasar Kambuaya menambahkan, melalui restorasi Ciliwung ini akan
dapat menambah ruang publik bagi masyarakat kota Jakarta untuk dapat
menikmati lingkungan hidup yang lebih baik. (Marwan Azis).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: